Sabtu, 23 Maret 2019


BERITA PERS

STISIPOL Candradimuka Membuka Program Magister (S2)
Ilmu Komunikasi


Palembang, 14 Maret 2019 – STISIPOL Candradimuka akan membuka program pasca sarjana (S2) ilmu komunikasi yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) izin pembukaan Magister (S2) sejak februari 2019, jadi mulai saat ini pendaftaran sudah dibuka untuk calon mahasiswa/i S2 ilmu komunikasi.

Semakin berkembangnya zaman maka semakin banyaknya ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.
“program S2 ini dirancang agar ilmu komunikasi dapat terus dikembangkan sehingga dapat mengubah tantangan menjadi peluang” terang M. Febrianzah M.Si,dosen ilmu komunikasi STISIPOL.

“Sebenarnya pengajuan untuk program ini sudah lama, kurang lebih 2 tahun dan baru sekarang mendapatkan izin karena banyaknya hambatan dan kekurangan, namun kami tidak putus asa dan tetap memperbaiki semua yang harus di perbaiki,” pungkasHj. Siti Lady Havivi, M.Soc.SC yang juga merupakan dosen STISIPOL Candradimuka.

Dalam program ini terdapat 2 konsentrasi studi, yaitu komunikasi politik dan corporate communication. STISIPOL Candradimuka bermaksud mempermudah orang – orang yang bekerja di bagian corporate dan marketing sehingga dapat melanjutkan pendidikan pasca sarjana nya.

“STISIPOL memang bukan yang pertama membuka program pasca sarjana ini,  namun kita ga mau kalah dong ya. Kita akan mencari sesuatu yang berbeda dari kampus lain, baik itu dosen maupun fasilitas,” tambah nya.

“Untuk program pasca sarjana ini kami sediakan fasilitas ruang baca, disana ga cuma belajar tapi juga free wifi dan bisa santai sehingga mahasiswa/i relax dan ga terlalu serius, atau dengan kata lain serius tapi santai,”imbuhnya lagi.
 TOKOH PUBLIC RELATION FAVORITE

Hasil gambar untuk PRITA KEMAL GANI

        Pendiri dan Direktur The London School of Public Relations (LSPR), Jakarta yang juga President ASEAN Public Relations Network, Prita Kemal Gani, lahir pada 23 November 1961 di Jakarta.
Prita Kemal merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Semasa kecilnya, kehidupan wanita tegar ini, tidaklah mulus, banyak liku liku yang dialaminya sejak usia 5 tahun, dimana sang ayah dipanggil Ilahi karena sakit. Prita kecil terus berjuang hidup bersama ibu dan saudaranya. 

Karena kegigihannya Prita pun menginjakkan kaki ke jenjang pendidikan tinggi salah satunya di Akademi Perhotelan Trisakti. Tekad Prita sangat kuat, Prita pun lantas menempuh pendidikan public relations di negeri Ratu Elizabeth, tepatnya di London City College of Management Studies, London. Ia lulus pada tahun 1987. 

Setahun kemudian ia kembali meneruskan pendidikannya di Manila, tepatnya di International Academy of Management and Economic, Manila. Setelah kenyang dengan ilmu yang didapat di luar negeri, Prita kemudian kembali ke tanah air dan mulai berkarir di sebuah perusahaan swasta bernama Clarck Hatch International, tentu saja masih bergelut di bidang public relations. 

Saat itulah, ia melihat peluang usaha untuk membangun sekolah yang mengajarkan khusus mengenai public relations. Menurutnya, kala itu tak ada sekolah khusus yang mengajarkan mengenai dunia PR kepada masyarakat yang ingin mempelajarinya. Kepiawaiannya dalam membaca peluang itulah yang akhirnya mendorong Prita mendirikan sebuah institusi pendidikan sederhana pada tahun 1992. 

Dengan bermodalkan uang seadanya yang berasal dari sisihan gaji dan tabungan pribadinya serta bantuan dari sekolahnya di London, ia mendirikan sekolah khusus yang mengajarkan tentang bidang kehumasan. Dengan hanya menyewa sebuah ruangan seluas 12 meter persegi di gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta, Prita memberanikan diri untuk menyelenggarakan kegiatan perkuliahan. 

Ia semakin yakin tatkala sang suami, Kemal Efendi Gani (49) mendukung rencana Prita. Kala itu, Prita hanya mampu menggaet 12 orang ekspatriat untuk mengajar di sekolahnya. Tak diduga sebelumnya, ternyata para calon mahasiswa yang mendaftar cukup banyak. Namun, karena keterbatasan ruangan dan jumlah pengajar, Prita hanya membatasi 30 mahasiswa untuk diterima. Karena semakin banyak calon mahasiswa yang mendaftar, ia pun lantas memutuskan untuk memindahkan lokasi perkuliahan ke ruangan yang lebih besar di Gedung Wisma Dharmala, Jakarta. 

Seiring dengan berjalannya waktu, daya tarik sekolah yang didirikannya tersebut semakin merangkak naik. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar semakin bertambah. Terlebih lagi ketika tahun 1998, saat krisis moneter mendera tanah air, sekolah milik Prita justru kebanjiran para pendaftar. Apalagi, ijazah yang diberikan berasal dari London, Inggris. Sehingga, banyak calon mahasiswa yang memilih untuk bersekolah di LSPR (London School Public Relations). 

Ibu tiga anak ini kemudian memutuskan untuk meningkatkan sekolahnya menjadi sekolah tinggi pada tahun 1999. Dengan begitu, LSPR praktis menjadi sekolah setingkat universitas pada umumnya. Pola kekerabatan dalam rumah tangga juga diterapkannya untuk memimpin bisnis, karena Prita menganggap seluruh staf dan mahasiswa di LSPR sebagai bagian dari keluarga besarnya. Sehingga hampir tak ada batasan antara dirinya dengan karyawan bawahan sekalipun. Dengan begitu kondisi dalam sekolahnya akan terasa nyaman untuk menuntut ilmu. 

Berkat kegigihan dan prestasinya di bidang kehumasan, Prita Kemal Gani berhasil memperoleh sejumlah penghargaan, yaitu : - Inspiration Award dari Rakyat Merdeka Online - Tokoh Humas Pilihan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di The 3rd Indonesia - Public Relations Awards & Summit (IPRAS) 2014, Yogyakarta - Penghargaan ASEAN People Award (APA) KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia (Lka).
PERSONAL BRANDING 


      Saya Puspita sari, seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang merupakan kampus swasta tertua di Palembang. Saya adalah seorang yang aktif dan merasa tidak berguna jika hanya berdiam diri dirumah tanpa memiliki kesibukkan di luar, karena memang waktu dirumah dapat dihitung setiap harinya. 

Saya bukan hanya seorang mahasiswi, menjadi kasir di salah satu butik muslimah di Palembang cukup membuat saya merasa lelah walaupun memang pekerjaan nya tidak terlalu sibuk. 

kenapa saya pilih ilmu komunikasi? 

Baiklah, saya sudah katakan di awal blog saya ini bahwa memang saya seorang yang aktif dan ingin terus mengembangkan keaktifan itu dalam berbagai hal yang positif. dan menurut saya jurusan ilmu komunikasi adalah solusi yang tepat.

mengenai seputar diri saya, photografi adalah hal yang memang menarik perhatian saya sejak dulu, dunia kata adalah kegemaran saya di waktu senggang, tak jarang saya khususkan diri berlama lama sendirian hanya untuk menciptakan sebuah karya yang lahir dari kepala saya sendiri. 

Menulis adalah hobby, suatu kebanggan bagi saya jika dapat melihat orang lain terenyum membaca apa yang saya coretkan di sebuah kertas. 

saya tau, untuk menjadi penulis ternama itu tidak mudah, mangka dari itu saya mulai semuanya sejak saat ini. 3 fokus dalam perjalanan hidup saya saat ini, pertama kuliah, kedua kerja, dan terakhir menulis. bagi saya 3 hal ini adalah awal yang bahagia. 

Sekian tentang saya.
terimakasih sudah menyempatkan diri membaca:)
TABLE MANNER DI HOTEL HARPER PALEMBANG 
 

      Pada tanggal 7 maret 2019 kami mahasiswa/i ilmu komunikasi STISIPOL Candradimuka melakukan table manner di Hotel Harper Palembang dengan dosen pembimbing kami ibu Sumarni Bayu Anita S.sos, M.A yang memang pada semseter kedua ini mengajar kami untuk mata kuliah Dasar Dasar Public Relation.

    Acara dimulai dari pukul 16.00 WIB, mahasiswa sudah diharuskan hadir tepat pukul itu karena memang harus ada banyak sesi pengambilan foto untuk kemudian di posting di instagram sebagai tugas yang nantinya akan ditukar dengan tanda tangan dosen di absen setiap mahasiswa. 

pukul 17.00 WIB table manner dimulai, semua mahasiswa diharuskan memasuki ruangan yang memang sudah ditata sedemikian rupa agar nyaman dan dapat berlangsungnya acara tanpa hambatan. 

pada awal penjelasan, Pak Jerry menerangkan teori seputar table manner sebelum benar benar di lakukannya praktek table manner. 

menjelang magrib tiba kami menghentikan aktifitas dan melakukan persiapan solat magrib, selesai semua melaksanakan solat kami lanjutkan dengan mulai menyantap menu pembuka yaitu ; Soft roll & butter, kemudian dilanjutkan dengan Pink fruit salad, Cream chicken soup, with garlic bread crouton , Beef katsu served with baked potatoes, dan dessert nya tiramisu with strawberry ice cream. semua menu kami makan dengan mempraktekkan apa yang sudah menjadi materi kami di awal acara. 

setelah selesai semua mahasisawa melakukan foto bersama diarea hotel. 
acara ini berlangsung dengan baik dan sebagaimana mestinya.



  REVIEW BUKU PUBLIC RELATION

        Etika Public Relations ditulis dengan gaya yang praktis dan mudah dimengerti. Buku ini bukan sekedar buku biasa tentang teori etika, melainkan pencerahan bagi isu-isu personal maupun profesional yang bersinggungan dengan praktisi PR

Secara keseluruhan, tujuan dari Etika Public Relations terdiri dari tiga hal:
  • Memberikan panduan untuk mendapatkan pengertian tentang isu-isu etika yang penting dalam dunai PR dan komunikasi  perusahaan di masa sekarang dan yang akan datang
  • Untuk membantu pembentukan perilaku yang mendukung konsep bahwa etika adalah kunci dari profesionalisme dan kredibilitas di bidang PR
  • Untuk membimbing pengambilan keputusan sehari-hari secara etis.
       Buku ini ditulis oleh akademisi kelas atas yang ahli di bidangnya. Buku praktis dengan judul yang menarik ini wajib dimiliki oleh praktisi PR atau mahasiswa yang membutuhkan panduan tentang teori etika yang penting dan berhubungan dengan isu sehari-hari. 

Sumber :  https://www.belbuk.com/etika-public-relations-panduan-praktik-terbaik-p-2762.html
SEMINAR KPU - RRI 



Seminar KPU bersama RRI ini bertema "Suara Milenial Menentukan Mada Depan Indonesia 5 Tahun Kedepan". Dalam seminar ini banyak membahas tentang bagaimana seharusnya kita menilai apa dan siapa yang harusnya kita pilih menjadi pemimpin dinegeri ini, karena jika sampai salah pilih maka itu akan sangat berpengaruh pada mada depan bangsa. 

Kita tidak seharusnya menerima imbalan yang biasaya beredar dengan harapan untuk memilih calon pemimpin yang jadi pilihan. 

Terjadi tanya jawab antara pihak radio dan mahasiswa/i STISIPOL Candradimuka membahas seputar akan berlangsungnya pemilihan presiden dan wakil presiden dalam waktu waktu dekat ini.
harapannya agar kita dapat berpikir secara jernih dan benar benar paham tentang siapa yang akan kita percaya untuk memimpin NKRI.

Semoga siapa pun yang terpilih dapat memegang amanah dengan baik sehingga menjalankan masa kepemimpinannya dengan bijaksana.







TALK SHOW RADIO ELSHINTA PALEMBANG


          Radio Elshinta mengadakan seminar talk show di STISIPOL Candradimuka yang merupakan kampus tertua di Palembang. Acara ini berlangsung sangat meriah karena menghadirkan narasumber yang memang sudah berpengalaman di bidang broadcasting. Narasumber itu adalah Anggun Prisma (Peanggng jawab radio elshinta), Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A (Dosen STISIPOL), serta Haris Ansor (Pemenang pembawa berita radio).

Acara ini diselenggarakan di Aula Ismail Djalili STISIPOL Candradimuka Palembang, hari selasa, 12 Februari 2019 pukul 09.00 WIB  s/d selesai.

Pada kesempatan ini radio elshinta mengadakan lomba bagi mahasiswa STISIPOL Candradimuka, yang terdiri dari lomba presenter dan vlog. Mahasiswa/i tentu sangat antusias dengan adanya lomba ini karena mereka dapat bersaing, yang berhasil memenangkan lomba akan mendapatkan uang tunai, bingkisan, dan sertifikat. Selain lomba Radio Elshinta juga  menghadirkan doorprize dan games. 

Semua berjalan lancar sampai acara selesai.




Jumat, 22 Maret 2019


Hasil gambar untuk produksi media cetak kit

PRODUKSI MEDIA CETAK DAN KIT


 Audiovisual sebagai Media Komunikasi Massa :

  Medium komunikasi mengalami proses cyclic (berulang), walau tidak sama. Dulu orang menggunakan oral/auditory dan  visual  secara langsung dan bersama saat berkomunikasi. Kemudian dengan menggunakan medium goresan, misalnya pada batu, kayu, dll. Kemudian menggunakan media cetak yang mudah didistribusikan ke lintas daerah. Kemudian dengan menggunakan alat elektronik:  pengeras suara. Kemudian dengan radio, alat perekam suara, telepon, sehingga pesan dapat ditransmisikan melintas wilayah dengan hampir tak terbatasi jarak dan waktu.

  Ketika gambar dan suara dapat direkam bersama dan ditransmisikan (misalnya televisi), manusia seolah kembali ke masa di mana orang berkomunikai dengan oral/auditory dan visual secara langsung dan bersama. Tetapi bedanya, komunikasi sekarang dapat dilakukan lintas ruang dan waktu.

A.  Karakteristik Media Audiovisual
Perkembangan medium audiovisual sekarang ini tidak  lepas dari media perekam visual (kamera foto), atau dengan kata lain medium audiovisual mengadopsi cara kerja mesin fotografi. Teknologi audiovisual merujuk pada audio dan visual. 
Medium film banyak digunakan untuk media audiovisual film bioskup dan iklan/acara televisi. Film dikatakan medium audiovisual yang baik (Jim Stinson-2002):
1.    Peralatan film relatif portable, sehingga lokasi produksi lebih praktis,
2.    Kemampuan untuk memproduksi gambar hitam putih atau warna sangat tinggi,
3.    Gambar dan suara direkam pada jalur yang terpisah dalam film, sehingga memberikan peluang untuk melakukan improvisasi dalam editing lebih leluasa.
Medium televisi sekarang memiliki karakteristik:
1.    Ukuran kamera lebih kecil dan portable,
2.    Fitur kamera (gambar dan suara) semakin lengkap dan terintegrasi, dan memiliki ketajaman gambar dan warga dengan kualitas yang sangat tinggi,
3.    Sistem perekaman telah disempurnakan, sehingga sinyal televisi dapat direkam dan diedit secara elektronik.

Film dan televisi seolah bersaing dalam memproduksi gambar. Namun perbedaan mendasar, film tetap menggunakan medium yang sama (pita seluloid), sedangkan televisi dengan format video. Film dikatakan lebih kaya warna jika dibandingkan dengan video. Video dipandang masih kurang jernih gambarnya dan kasar karena resolusinya rendah. Produksi film mahal dan panjang, sedang video ratusan kali lebih murah dan sederhana. Film sangat sensitif terhadap pencahayaan, maka proses lebih rumit, demikian juga proses perekaman suaranya karena dilakukan pada jalur yang berbeda. Film lebih komplek, utamanya pada color balancing, penambahan efek transisi dan editing.



B.  Era Konvergensi

   Teknologi komunikasi terkini membuat penyatuan keunggulan dan menutup kekurangan produksi film dan video. High-definition video (HDV) mampu merekam gambar hampir sama dengan film, sedangkan film mengakomodasi modus perekaman gambar secara elektronik. Proses konvergensi (penyatuan) ini melahirkan medium visual hybrid antara format film dan video. Iklan, direkam dalam format film, lalu ditransfer ke videotape, kemudian ke proses video. Pada film bioskup, special effects dibuat secara elektronik dan kemudian ditrasfer ke film. Pembuatan  special effects sendiri dengan komputer termasuk proses digitalisasi film dengan mentransfer per film frame dan mengkonversi ke pola pixels.

Proses selanjutnya adalah digitalisasi khususnya untuk tata suara pada film dan video. Dalam hal ini diperlukan software dan multiplayer sound tracks.

Konvergensi dan perkembangan teknologi media audiovisual membawa dampak: 

1.      Perluasan ragam produksi program video, pemanfaatan modus distribusi televisi siaran,                       televisi kabel, televisi satelit, dan internet,
2.      Meluasnya penggunaan video ke berbagai kehidupan, misalnya: kedokteran, pendidikan,                     industri, penegakan hukum, dsb.,
3.      Munculnya peluang karier di bidang video, 
4.      Media audio, grafis, dan audiovisual telah bertransformasi dengan sinyal digital melalui WiFi,             WiMax, atau dengan sistem distribusi nirkabel lainnya. 
5.      Mendorong perubahan dalam sistem produksi media, konsep-konsep dan teori-teori, teknologi             dan sistem distribusi, dan sistem ekonomi dan cara menghasilkan keuntungan,
6.      Terjadinya perubahan sistem dan jenis penyimpanan video, audio, dan data (digital),                             munculnya perkembangan permainan digital (games) melalui internet.

Contoh konkrit: dulunya penjualan lagu melalui pita kaset, CD, sekarang melalui nada dering               telepon seluler atau internet. Streaming video melalui internet juga akan ditingkatkan kualitasnya.

Seni dan Komunikasi Video

Komunikasi yang baik tidak lepas dari seni berkomunikasi. Oleh karena itu, untuk menjadi                   komunikator, analis, perencana komunikasi, seseorang harus memahami seni berkomunikasi.

A.  Bahasa Audiovisual

  Jika seseorang melihat film atau video, seolah-olah orang tersebut mengalami sendiri. Komunikasi video menggunakan bahasa visual, bahasa yang memiliki kaidah seperti tatabahasa tulis. Image dapat diibaratkan sebagai suatu kata, sebuah  shot seperti kalimat lengkap, sedangkan adegan (scene) adalah sebuah alinea, dan sekuen seperti bab. Bahasa visual dalam vodeo mempunyai kekuatan sosial yang sangat penting, karena akan menyampaikan pesan kepada khalayak.
Pada tingkatan dasar, video memiliki tatabahasa yang setara dengan subyek, kata kerja, predikat, atau aturan waktu. Pada tingkatan yang lebih tinggi, video memiliki semacamg kesusasteraannya sendiri, yang merupakan teknik untuk menciptakan cara berekspresi yang spesifik: komposisi dna gerak kamera, kontinuitas gambar, dan pengendalian ritme program video.
   Untuk memberikan makna pada konten film diperlukan kombinasi dari: penggunaan perangkat teknik dan penyelarasan dengan suara dan nilai-nilai kultur atau norma dan konvensi yang berkaitan dengan aksi, peristiwa, dan adegan yang ada dalam film tersebut. 

Tiga proses yang menentukan bahasa audiovisual:

1.  Overlapping practices (aktivitas yang saling tumpang tindih). Hal ini terjadi saat pengolahan               data digital dengan komputer.
2.   Memudarnya batas-batas konseptual mengenai potensi makna. Hal ini dikarenakan                              berubahnya pola distribusi film: penerapan siaran televisi  digital, home cinema, home theater.             Ini dapat memunculkan sistem berlangganan, pay-as-you-go, film/video-on-demand,
3.   Munculnya berbagai  hybrid practices  yang baru. Orang tidak sekedar menonton, tapi dengan             perangkat yang ada orang tersebut dapat melakukan interaktif, bahkan mengendalikan keadaan.

B.  Memahami Karakter Penonton

Memahami karakter penonton atau spectator adalah penting guna untuk mengetahui selera apa             yang disukai, agar karya video mendapatkan apresiasi.

Karakter penonton:

1.    Kemampuan menduga adegan selanjutnya dan ingin membuktikan dugaannya pada adegan                  berikutnya,
2.    Memiliki kecenderungan menurut terhadap alur cerita atau informasi yang diberikan oleh                   produser, walau kadang tersembunyi. Jika interpretasi salah, penonton akan menganggap suatu            surprise.
3.    Cenderung tertarik pada tokoh yang baik atau memiliki kemampuan hebat (protagonis)                        kemudian Mengikat diri kepada tokoh yang disukai,
4.    Menghitung alur pemecahan masalah, pemecahan masalah jangan terlalu ringan atau terlalu                berat

Dalam produksi audiovisual perlu mempertimbangkan/menganalisa aspek distribusi dan                       demografis.
Dalam konteks pemasaran, aspek estimasi: jumlah khalayak, komposisi demografinya, kebutuhan       dan seleranya adalah yang yang sangat mendasar dan penting. 


Hasil gambar untuk tujuan marketing pr dan mice


Marketing Public Relations dan Mice


Marketing Public Relations (MPR) penekannanya bukan pada selling (seperti kegiatan periklanan), naman pada pemeberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek produkJasa, perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh nasabah. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif bila dibandingkan dengan iklan, maka MPR merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa. MPR memberi penakanan pada aspek manajemen dari pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan nasabah.

Peran Marketing Public Relations

Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :


1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.


2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan


3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.


4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.


5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.


6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.


7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media Public Relations (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.


8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.


9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang 



Keberadaan MPR di perusahaan dianggap efektif, halini dikarenakan :

1. MPR dianggap mampu dalam membangun brand awareness ( kesadaran akan merek) dan brand knowledge (pengetahuan akan merek).


2. MPR dianggap potensial untuk membangun efektivitas pada area ”increasing category usage” dan “icreasing brand sales”.


3. Dengan adanya MPR dalam beberapa hal dianggap lebih hemat biaya bila dibandingkan dengan perusahaan memasukkan produknya melalui iklan. Lebih cost-effective dari biaya media yang semakin meningkat.


PEGERTIAN MICE

Mice diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan : usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan dsb) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Bentuk Mice :

1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan.
Menurut Kesrul (2004:3), “Meeting adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama”.


2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE 1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals.


3. Conference

Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive, conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.


Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.


4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 / MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “ Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata
Menurut Kesrul (2004:16), exhibition adalah ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, dimana sekelompok produsen atau pembeli lainnya dalam suatu pameran dengan segmentasi pasar yang berbeda.

Story about Call of Paper

 Hallo welcome back gaes, Selamat bergabung lagi di blog baru nya aku, buat yang udah sampai di blog ini selamat membaca yahhhh! oke, sesuai...